Blog

Senin, 21 April 2014

Biaya Pendidikan Gratis dan Kualitas Pendidikan

  
Mahalnya biaya pendidikan seringkali menjadi kendala bagi mereka yang memiliki ekonomi lemah untuk melanjutkan sekolah.  Biaya pendidikan tersebut meliputi iuran bulanan, uang buku, uang gedung, uang praktik, sampai kepada biaya tak terkira lain.  Biaya pendidikan antara sekolah negeri dengan swasta memang berbeda dan adakalanya tidak mencakup semua biaya yang disebutkan di atas.  Mereka yang memiliki ekonomi lemah, umumnya memilih sekolah negeri dengan alasan biaya pendidikannya lebih murah.   Namun, akankah biaya pendidikan yang murah tetap menjamin kualitas pendidikannya?
Seiring perkembangan zaman, biaya hidup pun semakin mencekik, termasuk biaya pendidikan.   Masalah mahalnya biaya pendidikan seakan masih menghantui masyarakat Indonesia.  Oleh karena itu, pemerintah dengan bijaknya menyisihkan anggaran sebesar 20% untuk pendidikan.  Dana sebesar 20% tersebut digunakan untuk mensejahterakan guru melalui sertifikasi, pembebasan uang buku dan iuran sekolah melalui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).  Namun, sudahkah hal tersebut merata diterapkan di seluruh Indonesia?
Sayangnya biaya pendidikan yang gratis tidak diimbangi dengan kualitas pendidikan yang baik.  Hal ini dapat dilihat dari sarana dan prasarana yang ada pada setiap sekolah yang biayanya gratis tersebut.  Misalnya, buku pelajaran, kadang ada kadang tidak.  Kalaupun ada biasanya sudah dari generasi ke generasi dipakai sehingga sangat kusam bahkan sampai sudah koyak dan tak terawat.  Selain itu, sarana praktik juga tidak mendukung, seperti tidak adanya globe, atlas, kelengkapan lab dan sejenisnya.
Kemana dana sebesar 20% itu sebenarnya mengalir, apakah telah benar-benar tersalur atau malah mogok di tiap-tiap kantong orang yang tak bertanggung jawab.  Jika dana tersebut memang sudah tersalur dengan baik, bukankah seharusnya pendidikan di Indonesia juga lebih baik?  Ada apa dengan pendidikan Indonesia terkait dengan biaya pendidikan gratis?  Lalu bagaimanakah hubungannya dengan kualitas pendidikan yang dihasilkan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar